Friday, December 2, 2011

Kawasaki ER-6n dan Ninja 650R 'CUMA' 99 Juta dan 104 Juta


Minggu lalu tepatnya 26 November 2011, Kawasaki resmikan peluncuran ER-6n dan Ninja 650R. Harga jualnya resmi dilepas Rp 99 juta untuk naked bike ER-6n dan Rp 104 juta untuk Ninja 650R. "Beda hanya Rp 5 juta saja," beber Reiner Sitorus, Sales Promotion KKD Departmen Head PT KMI.

Menurutnya harga ini adalah harga yang wajar untuk moge yang diproduksi di Thailand sebagai produk global. Selain dijual di kawasan Asia, moge ini juga dilepas di Amerika, Eropa dan Jepang.

Desain yang diluncurkan kali ini juga mengikuti bentuk ER-6n dan Ninja 650R terakhir atau yang paling baru. Jok berundak, bentuk batok lampu baru dan swing arm yang lebih dinamis jadi cirinya.

Sedang mesinnya mengusung dua silinder segaris, DOHC dan memiliki 8 katup. Kapasitas mesinnya bersih 649 cc dan sudah dilengkapi dengan pendingin air.

Asiknya, inden untuk pembelian motor ini lumayan cepat. "Pesan bulan November ini, delivery kira-kira di bulan Desember untuk ER-6n. Sedang Ninja 650R pada Januari," beber Reiner yang menargetkan penjualan masing-masing tipe 100 unit perbulan.

Harga terjangkau yang diberikan Kawasaki di kelas Moge, sedikit banyak akan mempengaruhi konsumen yang ingin membeli Moge bekas. jika dibandingkan dengan harag moge di kelas yang sama pada umumnya, harganya mencapai 200 juta lebih. untuk harga second nya pun tidak terpaut jauh.

Sumber: motorplus.otomotifnet.com 

Monday, November 21, 2011

Kembalinya Sang Dewa Road Race

Dalam final gelaran balap motor paling bergengsi di Indonesia 'Indoprix' yang berlangsung di sirkuit Balipat Binuang Kalimantan Selatan, Hendriansyah kembali menunjukkan keperkasaannya sebagai "dewa road race". Sapu bersih pole position di IP 110cc dan IP 125cc dikuasai tanpa ampun. Pembalap HRVRT BGM-HBM KYT Racing team itu, seperti kembali di era underbone 2-tak.
Hal ini terjadi ketika race-2 di kelas IP 125cc, Hendri melaju sendirian di depan tanpa perlawanan yang berarti. padahal point dari Sang Dewa sudah tidak terkejar lagi. namun tampaknya Hendri enggan memberikan podium kehormatan tertingginya dengan sukarela. Persaingan justru terjadi di barisan kedua antara Denny Triyugo dan Rafid Topan. Bahkan keduanya hampir finish bersamaan.
Keberhasilan Hendriansyah setelah come back nya, bukan lantaran main instant seperti mi instan. berbagai cara dilakukan demi mendapatkan podium,"Stop makanan goreng-gorengan, kontrol makanan karbohidrat dan olahraga rutin," kata pembalap senior dari Yogyakarta. Hasilnya berat badan Hendri dari 64 kg turun ke 58 kg. Selain fisik, segudang pengalaman yang dimiliki Hendriansyah juga menunjang skill nya dalam menaklukkan sirkuit masyarakat Kalimantan Selatan ini.
Champione Hendriansyah...

Sumber: otosport.otomotifnet.com 
Sumber Foto: sportku.com 

Sunday, November 20, 2011

Suzuki Resmi Tinggalkan MotoGP 2012


Musim 2012 nanti, kita tidak akan melihat tim biru langit Suzuki. Kontrak Suzuki sendiri sebenarnya akan berakhir di MotoGP pada akhir 2011. Dorna selaku penyelenggara MotoGP beberapa kali membujuk dan menawarka bantuan agar Suzuki tetap mau berpartisipasi pada ajang MotoGP 2012 yang akan mempertarungkan motor 1000cc. Namun sayang, krisis yang melanda benar-benar harus memaksa Suzuki mundur di 2012. "Suzuki Motor Corporation memutuskan untuk menunda sementara partisiasinya di MotoGP pada musim balap 2012", demikian pernyataan resmi Suzuki yang dirilis pada tanggal 18 Nopember 2011.
Namun, kemungkinan juga tim biru langit ini akan kembali pada musim 2014."Dengan rencana kembali ke MotoGP pada 2014, Suzuki memusatkan perhatian pada pengembangan mesin baru yang kompetitif",sambung pernyataan Suzuki.
Sangat disayangkan, pada seri-seri terakhir sudah tampak gelagat motor GSV-R akan kompetitif. Ini ditunjukkan beberapa kali Alvaro Bautista menyodok barisan 5 besar. Bahkan ketika di Sepang, Bautista mampu meladeni perlawanan Super Sic yang memakai RC212V versi pabrikan seperti kepunyaan Stoner sebelum akhirnya berujung pada kecelakaan maut yang mengakibatkan tewasnya Simoncelli.Seri terkhir pun Bautista mampu meladeni Ben Spies sebelum akhirnya cium tanah air yang juga menyeret 3 pembalap Ducati termasuk Valentinno Rossi.
Suzuki mengawali debut balapnya pada 1974 dengan mengusung pembalap Inggris Barry Shane, yang kemudian menjadi juara dunia pada 1976 dan 1977. Lama tak menjadi juara dunia, mengawali millenium baru tahun 2000 kembali Suzuki mengantarkan pembalapnya menjadi juara dunia, yaitu Kenny Robert Jr. Itulah kali terakhir Suzuki berada di puncak podium dunia.

Thursday, November 17, 2011

Siapapun Bisa ke MotoGP !


Banyak jalan menuju roma. Sepertinya ungkapan itu memang masih dan akan tetap berlaku. MotoGP yang langganan diisi pembalap Eropa, kini Indonesia pun "seharusnya" bisa ikut berpartsipasi. Bukan hanya jadi joki penghibur, tetapi juga berprestasi.
Hampir setiap minggu padat gelaran jadwal road race, hingga terjadi bentrok. Namun sayangnya, penjenjangan untuk pembalap road race masih abu-abu. Dan kalupun ada, cuma anget-anget bubur ayam. Seperti proyek milyaran GP Mono yang sempat mandek di tempat pada tahun 2010 karena mahalnya penyelenggaraannya dan sewa motor oleh peserta. Padahal pembalap muda kita sangat antusias mengikutinya. Jika membeli motor GPMono aja IMI eces, kenapa gak sekalian di subsidi aja pesertanya? Masih lebih baik jika IMI keluar uang untuk peserta yang siapa tahu di masa depan pembalapnya berprestasi ketimbang membiarkan motor-motor GP Mono tergeletak di gudang sentul yang kemudian akan berkarat.

"Terlalu konsen sama mobil, mau ke mana? Padahal budget banyak sekali, sementara talenta di motor banyak sekali dan Indonesia berpotensi ke MotoGP, tapi enggak bisa ke sana karena infrastruktur enggak ada. Bukan karena pembalapnya enggak bisa kencang," urai Matteo Guerinoni yang juga langganan jadi komentator MotoGP.
Okelah, lupakan sejenak IMI yang menganaktirikan balap motor. Salah satu jalan yang bisa ditempuh adalah mengikuti Red Bull Rookies Cup. Disini para pembalap belia dituntut untuk melalui uji kelayakan sebelum masuk ke akademi. Peserta hanya datang dengan membawa peralatan safety gear seperti helm, wearpack, sarung tangan dan sepatu. urusan biaya hidup ditanggung sendiri. Sedikit berat memang, butuh dana yang tidak sedikit. Namun jika sudah lolos, bukan tidak mungkin berprestasi seperti Daniel Pedrosa, Hiroshi Aoyama, maupun Andrea Dovisioso. Bambang Gunardi, yang saat ini menjabat sebagai juri MotoGP membuat kompetisi menuju Red bull Rookies Cup berjudul FDR KYT Rookies Cup yang lombanya digelar bersamaan dengan Supersport Nasional. Inilah harapan terbaru joki-joki muda di Indonesia, untuk ke ajang internasional. Bambang mencari joki berumur 15-17 seperti regulasi Redbull Rookies Cup.

Tidak mudah memang mengikuti FDR KYT Rokies Cup, karena seluruh pembalap dicampur aduk mulai dari Indroprix, Motoprix, maupun Privater. Tapi disinilah seorang pemenang sejati karena mengalahkan lawan dari berbagai kelas.
Dan sekarang, mimpi Indonesia memiliki pembalap dunia kembali bergairah. Awal Oktober kemarin , 2 pembalap motor (Eko Prasetianto dan Emanuel Priyatna) mengikuti seleksi pada program Red Bull MotoGP Selection. “Program tersebut enggak ada biayanya dan tahun ini kita mengirim 2 pembalap berusia di bawah 15 tahun,” jelas Ari Batubara, ketua umum PP IMI. 

Untuk persiapan seleksi yang diadakan di Sirkuit Aragon, Spanyol (10-12/10) itu, ke-2 pembalap minggu depan mulai menjalani latihan di Sirkuit Sentul, Bogor. “Pada proses seleksinya mereka akan menggunakan motor sport 2-tak KTM 125 cc. Nah agar terbiasa, saat latihan nanti mereka menggunakan Kawasaki Ninja 2-tak 150 cc,” jelas Dyan Dilato, kabid olahraga roda 2 (on track) PP IMI. Meskipun berbeda Horse Power, tapi setidaknya gaya balap yang diadopsi sama jika dibandingkan naik bebek.
Memang seharusnya begitu, Indonesia dengan penduduk 200 juta jiwa lebih pasti punya segudang pembalap bermental juara. Penjenjangan yang terarah akan lebih berhasil ketimbang langsung masuk ke ajang kompetisi. Seperti Doni Tata yang menjadi korban keegoisan pabrikan Yamaha yang langsung mengorbitkan Doni ke MotoGp kelas 250. Hasilnya? Doni menjadi joki penghibur. Aprilia yang ingin mengontrak Doni Tata mengurungkan niatnya karena teken kontrak Doni hingga 5 th.




Tuesday, November 15, 2011

Kawasaki ER6


Indonesia bersiap menghadapi gempuran moge Kawasaki. Setelah menelurkan Ninja ZX-6R, kini kehadiran ER-6R tengah dipersiapkan oleh Kawasaki Motor Indonesia.Seperti  dikutip dari Sumber: motorplus.otomotifnet.com pada mei 2011 "Rencananya sekitar November-Desember. Harganya mungkin Rp 180 jutaan," ungkap Freddyanto Basuki. Spesifikasi mesin dengan mesin Parallel Twin Tipe 4-stroke, yang berkapasitas 649cc. Bore dan Stroke 83,0 x 60,0 mm, serta menggunakan pendingin cair. kompresi 10.8:1 dan menganut sistem DOHC delapan katup. Sistem digital injeksi bahan bakar.


Kawasaki melakukan berbagai perubahan pada tampilan ER6 yang akan dilansir pada 2012 mendatang. Hadir dengan konsep nakedbike, ER6 akan bermain di kelas 650cc. Desain kontemporer terlihat dari headlamp, tangki bahan bakar, jok, buritan sampai lengan ayun. Jangan tertipu oleh penampilan agresif, karena ER6 yang punya pilihan ABS dan non-ABS ini bisa diakses oleh pengendara dari segala usia dan kemampuan berkendaranya.

Paling menarik adalah konstruksi peredam kejut belakang yang terletak di samping kanan, bukan di tengah seperti motor ber monosok pada umumnya. Konstruksi ini mirip seperti Kawasaki Athlete yang telah mengaspal di Indonesia.Muffler

Berikut adalah spesifikasi Kawasaki ER-6

Engine and transmission
Displacement: 649.00 ccm (39.60 cubic inches)
Engine type: Twin
Stroke: 4
Torque: 65.76 Nm (6.7 kgf-m or 48.5 ft.lbs) @ 7000 RPM
Compression: 11.3:1
Bore x stroke: 83.0 x 60.0 mm (3.3 x 2.4 inches)
Fuel system: Injection
Valves per cylinder: 4
Fuel control: DOHC
Ignition: Digital CDI
Starter: Electric
Cooling system: Liquid
Gearbox: 6-speed
Transmission type final drive: Chain

Physical measures
Dry weight: 200.5 kg (442.0 pounds)
Seat height: 785 mm (30.9 inches) If adjustable, lowest setting.
Overall height: 1,100 mm (43.3 inches)
Overall length: 2,101 mm (82.7 inches)
Overall width: 759 mm (29.9 inches)
Wheelbase: 1,405 mm (55.3 inches)

Chassis and dimensions
Frame type: Semi-double cradle, high-tensile steel
Rake (fork angle): 24.5°
Trail: 102 mm (4.0 inches)
Front suspension: 41mm hydraulic telescopic fork
Front suspension travel: 119 mm (4.7 inches)
Rear suspension: Single offset laydown shock with adjustable spring preload
Rear suspension travel: 124 mm (4.9 inches)
Front tyre dimensions: 120/70-17
Rear tyre dimensions: 160/60-17
Front brakes: Double disc
Front brakes diameter: 300 mm (11.8 inches)
Rear brakes: Single disc
Rear brakes diameter: 220 mm (8.7 inches)

Other specifications
Fuel capacity: 15.51 litres (4.10 gallons)
Color options: Candy Plasma Blue

Modif Bajaj Pulsar 220


Pabrikan Bajaj di Indonesia baru saja menelurkan Bajaj Pulsar 220 dengan desain half fairing. Mesin yang kapasitasnya lebih besar dari pendahulunya, menjadi terkesan tanggung dengan desain yan setenga berfairing. Arnold Oscar yang tinggal di Cinere, Jakarta Selatan dan Randi Apriandi yang domisili Jati Asih, Bekasi, Jawa Barat ingin Pulsar 220 miliknya mengaplikasi full fairing. “Iya. Kesannya tanggung banget kalo Cuma half fairing. Padahal cover depannya sudah mengesankan sporty.” Bilang mahasiswa yang kuliah di Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Serang, Banten itu.
Demi mengejar tamplan yang diinginkan, mereka menghubungi Rudi Gunawan dari Berkat motor. Rudi yang kerap bermain fiberglass menawarkan konsep Suzuki GSX-R 600.”Kalau dilihat secara detail, desain standarnya pulsar 220 memang mirip GSX. Jadi tinggal dikembangin lagi”.So, setelah kedua konsumennya menyetujui konsep yang ditawarkan, project pun dimulai. Namun dimensinya diperkecil dan disesuaikan dengan belulang dan mesin Pulsar 220 agar tidak kedodoran. Dudukan yang dipakai Rudi juga mengandalkan dari bawaan asli motor India ini.
Kelar urusan body di sektor depan, kurang afdol kalo urusan buritan juga tidak dirombak. Oleh kedua pemilik, tidak ingin tampilan belakang berubah namun tetap ingin tampil sporty. Solusinya, aplikasi singe sitter.Oleh Budi hanya membuat cover penutup bagi jok,”Kalau mau dilepas, tinggal dilepas lewat kunci jok”. Namun, bagi Randi masih perlu diupgrade lagi tampilan kaki-kaki agar makin sporty.maka dari iu, Randi meminta Rudi untuk mengaplikasi monosok.”Monosok diambil dariHonda Hornet. Untuk pemasangan, konstruksi Arm Hornet yang A diubah menjadi H agar masuk ke frame Pulsar”. Jadilah Suzuki GSX-R rasa India.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More